Minggu, 24 Maret 2013

ANDA SUDAH MENDAPATKANNYA


ANDA SUDAH MENDAPATKANNYA

Pada suatu saat, apakah diingat dengan jelas atau tidak, Anda sebagai seorang Kristen pernah memiliki pertemuan ajaib dengan Tuhan yang mengubah hidup Anda selamanya. Seketika, Anda sudah menerima "pengetahuan wahyu" yang berlanjut  hingga Anda masih mencoba untuk memahami dan berkomunikasi tentang itu hingga saat ini. Pengetahuan seperti ini tidak datang melalui saluran normal studi dan pendidikan, melainkan dari Roh Allah secara supranatural disampaikan kepada Anda.

Ketika Anda datang dan bertemu dari hati ke hati dengan Tuhan, Anda hanya tahu hal-hal tentang Dia secara intuitif. Intuisi itulah cara komunikasi yang dipakai Tuhan melalui roh Anda. Salah satu wahyu telah menjadi andalan untuk apa yang Tuhan telah anugerahkan dalam hidup Anda, dan itu salah satu kebenaran yang paling penting dan mendasar dari Injil. Kalau Anda belum menyadarinya, itulah yang perlu Anda cari tahu.

Pengetahuan seperti itu menegaskan bahwa Tuhan telah melakukan bagian-Nya. Ketika Yesus berseru "Sudah selesai" (Yohanes 19:30), Dia menegaskan arti hanya itu, sudah selesai. KaryaNya di bumi sudah dilakukan. Penebusan adalah sudah lengkap. Dia menyediakan segala sesuatu yang kita bisa merasa perlu. Anda tidak menunggu-Nya untuk memberi, Dia menunggu kita untuk menerima atau mengambilnya.

Kitab Efesus ditulis dari perspektif segalanya sudah menjadi milik kita di dalam Kristus. Ini dimulai di Efesus 1:3 dengan mengatakan,
"Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang telah memberkati kita dengan segala berkat rohani di dalam sorga dalam Kristus".

Setiap berkat yang bisa Anda butuhkan atau inginkan dari Tuhan bukanlah sesuatu untuk diperjuangkan, tetapi sesuatu yang sudah Anda miliki. Tuhan membuat ketentuan bahwa sudah tersedia untuk Anda sebelum Anda memiliki kebutuhan. Ini hanya masalah sederhana: menerima apa yang telah disediakan. Ini menuntut pengetahuan atau pemahaman dan iman atau keyakinan dari Anda.

Manfaat memahami dan menjadi yakin ini sangat besar. Ini membunuh legalisme dan mentalitas kinerja, yang berarti mengambil beban besar dari Anda. Bagaimana bisa Anda meragukan bahwa Allah akan memberikan sesuatu kepada Anda, jika Dia sudah memberikan sesuatu itu kepada Anda?

Seorang hamba Tuhan bernama Andrew Wommack bersama istrinya Jamie, ketika pertama kali menggembalakan gereja kecil di Seagoville, Texas, pada tahun 1973, mereka sangat miskin bahkan tidak memiliki Alkitab lengkap. Andrew telah mengambil wajib militer ke Vietnam dan hasilnya adalah semua miliknya, dan seluruh buku yang pernah dia miliki hilang. Dia memutuskan beriman untuk memiliki Alkitab baru. Iman seperti itu bukanlah pilihanan, itu adalah suatu keharusan. Dia harus mulai melihat hasilnya di suatu tempat dan itu di sini. Dia akan mendapatkan sebuah Alkitab baru atau mati-matian berusaha. Jika dia tidak bisa mengimani Tuhan menyediakan uang sebesar $ 20 untuk mendapatkan sebuah Alkitab, bagaimana dia bisa mengimani-Nya untuk melayani orang-orang tentang hal-hal yang kekal?

Iblis tahu betapa pentingnya Alkitab ini bagi mereka, dan iblis berperang melemahkan mereka. Mereka butuh berbulan-bulan untuk mendapatkan cukup uang ekstra untuk membeli Alkitab yang menjadi "gigi dan kuku" bagi kehidupan mereka. Selama waktu itu, setiap sepuluh menit berlalu mereka harus berurusan dengan beberapa pemikiran dari ketidakberimanan. Iblis mengatakan kepada mereka, "Kamu tidak akan pernah mendapatkannya. Hamba Tuhan apaan kamu! Kamu bahkan tidak memiliki Alkitab secara keseluruhan! Bagaimana bisa kamu berdoa bagi orang untuk diselamatkan atau disembuhkan, bila kamu tidak bisa berdoa dan mendapatkan Alkitab baru?" Terjadi Pertempuran yang intens.

Akhirnya datanglah Hari ketika mereka punya uang. Mereka membeli Alkitab merek-baru, mereka memiliki nama yang terukir di atasnya, dan berjalan keluar dari toko dengan menentengnya di bawah lengan. Mereka telah menang! Dan Anda tahu apa yang terjadi? Seketika, keraguan mereka berhenti. Mereka telah berjuang menyingkirkan pikiran negatif terus-menerus selama berbulan-bulan. Tapi begitu mereka punya Alkitab, mereka tidak pernah meragukan bahwa mereka akan mendapatkannya. Itulah hasil pengetahuan dan iman. Mulai dengan mendapatkan sebuah Alkitab.

Anda mungkin berpikir, Tentu saja Anda tidak meragukan setelah Anda memilikinya. Itu akan menjadi gila! Itulah poin Anda. Pernahkah Anda berdoa untuk disembuhkan dan kemudian di pikiran berikutnya Anda bertanya-tanya apakah Anda akan pernah benar-benar bisa disembuhkan? Itu karena Anda tidak melihat penyembuhan sebagai sesuatu yang telah dilakukan tetapi sebagai sesuatu yang belum dicapai.

I Petrus 2:24 b berkata,
"Dengan bilur-bilurNya kamu telah sembuh".

Ini kesepakatan sudah dilakukan. Sebenarnya tidak benar untuk berdoa meminta kesembuhan. Sebaliknya, kita harus bersyukur menerima kesembuhan karena Tuhan telah menyediakannya. Ada perbedaan antara berjuang supaya sembuh dan berjuang karena kita telah disembuhkan. Perbedaan itu adalah perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan.

Dalam Efesus 2:8, Paulus berkata, "Sebab karena kasih karunia atau anugerah kamu diselamatkan oleh iman, dan itu bukan hasil usahamu."

Kita tidak diselamatkan oleh kasih karunia atau dengan iman, kita diselamatkan oleh kombinasi dari keduanya. Sebenarnya, iman bukanlah iman alkitabiah yang benar kecuali iman yang digunakan dalam menerima apa yang Tuhan telah sediakan oleh kasih karuniaNya.

Grace atau anugerah atau kasih karunia adalah apa yang Tuhan telah lakukan bagi kita, terlepas dari sikap dan perilaku atau nilai atau pandangan atau pendapat pada bagian kita. Jika “berkat yang kita terima” itu terkait dengan beberapa kebaikan kita, beberapa balasan atau tindakan kita, maka itu bukanlah kasih karunia yang sebenarnya. Allah, oleh kasih karunia, telah memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan.

Iman kita tidak menggerakkan Tuhan. Jika Allah belum telah-tergerak oleh kasih karunia-Nya, maka iman Anda tidak dapat membuat-Nya bergerak. Iman hanya merampas atau mengambil apa yang telah diberikan Allah oleh kasih karunia. Jika Dia sudah menyediakan kebutuhan Anda dengan kasih karunia-Nya, maka iman hanya respon positif Anda untuk apa yang Dia sudah-lakukan, bukan sesuatu yang Anda lakukan untuk mendapatkan agar Allah menanggapi Anda.

Dibutuhkan wahyu dari Roh Kudus untuk membuat kebenaran menjadi hidup di dalam hati dan pikiran Anda. Banyak orang tidak bisa memahami hubungan antara iman dan kasih karunia, karena mereka terjebak dalam pancaindra mereka. Jika mereka tidak dapat melihatnya, merasakannya, menciumnya, menyentuhnya, atau mendengarnya, mereka berpikir itu tidak ada. Oleh karena itu, ketika Anda mengatakan mereka telah sembuh, mereka memeriksa tubuh fisik mereka dengan panca indera mereka, dan jika mereka tidak melihat atau merasa sembuh, mereka mengatakan mereka tidak sembuh.

Banyak hal yang ada, yang kita tidak bisa merasakan dengan indra fisik kita. Misalnya, ada sinyal televisi dimanapun Anda berada sekarang. Anda tidak dapat melihat atau mendengar mereka, tetapi mereka ada. Semua hal yang harus Anda lakukan adalah menyalakan satu set televisi dan tune in ke sinyal, dan kemudian Anda akan melihat dan mendengar bahwa mereka memang ada, melalui layar televise Anda. Sinyal tidak memulai penyiaran saat Anda menghidupkan TV set Anda, itu sudah disiarkan sebelum Anda menyetel masuk. Hanya ketika Anda mulai menerima, Anda melihat sinyal dalam bentuk audio video dalam TV Anda.

Demikian juga, Tuhan telah memberkati Anda dengan SEMUA hal. Hidup Anda mungkin tidak mencerminkan itu, tapi itu bukan karena Tuhan tidak memberi, itu karena Anda belum menerima.

Jika televisi Anda tiba-tiba menayangkan gambar dan suara kosong, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda segera menghubungi stasiun TV dan mendesak mereka untuk memperbaiki pemancar mereka? Kami rasa tidak. Anda akan memeriksa TV set Anda terlebih dahulu.

Namun dalam dunia spiritual, orang-orang Kristen terus-menerus berteriak kepada Tuhan dan meminta-Nya untuk memperbaiki pemancar-Nya dan bukan meminta-Nya untuk bekerja pada fungsi penerima mereka. Jika mereka tidak melihat manifestasi instan penyembuhan mereka, mereka otomatis hanya mengira bahwa Allah tidak menyembuhkan mereka. Mereka jarang memperhitungkan bahwa mungkin bagian penerimaan mereka itulah masalahnya.

Daniel berdoa dua doa dalam Daniel 9 dan 10. Dia melihat jawaban doa pertama sementara ia masih berdoa, dalam waktu sekitar tiga menit. Namun dalam Pasal kesepuluh, itu membutuhkan tiga minggu sebelum ia melihat doanya dijawab. Beberapa orang akan berpikir, Mengapa Tuhan menjawab doa pertama dalam tiga menit dan doa kedua dalam tiga minggu?

Jawaban untuk pertanyaan itu adalah bahwa Tuhan tidak menjawab doa yang satu dalam tiga menit dan doa satu lainnya dalam tiga minggu, Ia menjawab doa-doa langsung. Dalam Daniel 9:23, malaikat Gabriel menjelaskan kepada Daniel bahwa pada awal doanya, Tuhan memberinya perintah untuk pergi menyampaikan jawaban doa Daniel. Namun Gabriel butuh sekitar tiga menit untuk sampai ke sana. Kemudian dalam Pasal kesepuluh, utusan yang datang ke Daniel mengatakan kepadanya bahwa pada hari pertama dari doa Daniel, Tuhan mengutus dia menyampaikan jawaban, tapi dia telah terhalang oleh kekuatan setan selama tiga minggu.

Allah tidak menunda-nunda dalam menjawab doa ini! Dia menjawab doa-doa langsung, tapi apa yang telah diperintahkan TUHAN dalam dunia spiritual terhalang dari memanifestasi dalam dunia fisik. Namun, jawabannya telah diberikan. Yang benar adalah bahwa Tuhan telah memberikan segala sesuatu yang kita butuhkan, tapi Pemeliharaan-Nya berlangsung di alam spiritual.

"Allah adalah Roh: dan mereka yang menyembah Dia harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran" (Yohanes 4:24).

Allah bergerak di bidang spiritual atau alam rohani. Apakah kita lihat terwujud atau tidak di alam fisik melalui panca indra, adalah apa yang telah dilakukan dalam alam rohani tidak tergantung pada pemberian-Nya, tetapi pada menerima Anda. Salah satu variabel atau faktor penghambat adalah oposisi setan. Namun, orang-orang memberikan kredit atau membesar-besarkan pengaruh cara setan terlalu banyak. Beberapa berpikir bahwa setan tidak pernah melewatkan trik. Mereka tidak yakin tentang kesetiaan Tuhan, tetapi mereka benar-benar yakin bahwa setan selalu ada untuk melampiaskan malapetaka.

Namun, iblis tidak melancarkan pukulan sepanjang waktu. Kadang-kadang manifestasi fisik dari apa yang Tuhan telah lakukan datang dengan sedikit usaha. Lain kali bisa ditunda, bukan karena Allah membuat perubahan, tetapi karena iblis kadang-kadang menjadi penghalang. Lain kali, ada oposisi setan utama yang menghambat perwujudan apa yang diperintahkan Allah.

Kita harus tahu bahwa Allah telah melakukan bagian-Nya dan bahwa keterlambatan dalam manifestasi yang Anda rasakan bukan kesalahan-Nya. Itu akan membuat kita teguh dalam iman. Ingatlah bahwa iman adalah respon positif kita untuk apa yang Tuhan telah lakukan oleh kasih karunia.

Hal ini membawa kita untuk masuk peperangan rohani. Peperangan rohani ini adalah topik panas di tubuh Kristus. Tapi menurut  pembelajaran dari Alkitab, peperangan rohani adalah ajaran yang paling disalahgunakan dalam pelayanan hari-hari ini. Gereja benar bahwa setiap orang dari kita terlibat dalam peperangan rohani. Menyangkal pertempuran tidak menghentikannya-itu hanya menjamin bahwa Anda akan kehilangan. Tapi Setan satu-satunya kekuatan yang ada adalah penipuan.

Setan tidak memiliki kekuatan atau otoritas fisik kecuali apa yang kita berikan kepadanya ketika kita menyerah pada kebohongannya. Itu pernyataan radikal yang benar-benar bertentangan dengan ajaran populer peperangan rohani. Banyak orang Kristen menyatakan bahwa kekuatan setan yang mengendalikan orang dalam perbudakan. Pendapat lain bahwa cara untuk menerobos atau melepaskan dari kungkungan Setan adalah untuk berdoa-syafaat, mengikat kekuatan-kekuatan jahat, dan membebaskan orang-orang. Ajaran-ajaran itu bukan apa yang Firman Tuhan ajarkan.

Alkitab mengatakan,
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yohanes 8:31,32).

Tetap dalam firman, benar-benar murid Yesus akan mengetahui kebenaran adalah apa yang membuat orang bebas, bukannya mengikat iblis dalam doa. Tidak ada satu model Alkitabiah untuk peperangan rohani dengan cara yang diajarkan oleh banyak gereja hari ini, terutama gereja pantekosta dan kharismatik. Baik Yesus maupun murid-murid-Nya tidak pernah mengirim tim prajurit doa ke kota manapun untuk mempersiapkan iklim spiritual. Mereka tidak pernah termotivasi agar tubuh orang beriman untuk menghabiskan seumur hidup mereka mengikat kekuatan setan. Ini adalah hal yang sangat kontroversial dan salah satu yang Anda tidak punya waktu untuk berurusan dengan benar dalam tulisan ini. Gelap tidak perlu diusir, tetapi pancarkanlah terang maka kegelapan akan hilang.

Jika Anda tidak mengalami kelimpahan yang Anda tahu bahwa Tuhan ingin Anda miliki, maka kami dapat menjamin Anda bahwa wahyu yang Anda butuhkan adalah yang disampaikan dalam pesan tulisan ini. Ini adalah jenis pengajaran yang Anda akan inginkan dan perlu perdalami lagi sampai menjadi wahyu pengetahuan yang benar untuk Anda.

Pesan ini selamanya akan mengubah cara Anda berpikir tentang menerima berkat-berkat Tuhan. Ini adalah pengetahuan tentang kebenaran yang akan membebaskan Anda untuk menerima dari Tuhan. Berkat itu sudah tersedia: ambillah.

Minggu, 03 Maret 2013

KRISTEN DAN POLITIK


Kristen Dan Politik
Mitos tentang Firman didefinisikan oleh Kamus Webster dengan cara ini: "Sebuah kisah nyata atau fiksi yang menarik bagi kesadaran dari masyarakat dengan mewujudkan cita-cita budaya atau dengan memberikan ekspresi emosi yang biasa dirasakan." Itu definisi mengungkapkan apa yang telah terjadi ke Gereja Amerika dalam hal politik.

Keinginan berdasarkan emosional yang tulus untuk melihat cita-cita Kristen di Amerika Serikat diwakili dalam pemerintahan telah menyebabkan penciptaan mitos. Bahwa mitos mengatakan ini: orang Kristen akan kehilangan kebebasan beragama mereka jika mereka menjadi aktif terlibat dalam sistem politik. Dengan kata lain, para tokoh agama di Amerika yang mempengaruhi tokoh Kristen di Indonesia melarang umatnya berpolitik praktis. Sayangnya, tokoh itu berasal dari Gereja dengan pertumbuhan yang luar biasa. Tapi apakah itu benar?

Pada 1970-an dan 80-an, gerakan akar rumput terbesar evangelis Kristen yang terlibat aktif ke dalam proses politik yang pernah kita lihat terjadi di Amerika. Gerakan ini membantu memilih presiden konservatif ke Gedung Putih dua puluh dari dua puluh delapan tahun terakhir, dan kemudian mengubah susunan Mahkamah Agung. Gerakan yang sama terjadi ketika memenangkan pasangan Jokowi dan Ahok untuk pemilihan Gubernur dan Wikil Gubernur DKI Jakarta tahun 2012.  

Sementara ini adalah hasil yang baik, mudah untuk melihat bahwa politik tidak memecahkan masalah kita yang sebenarnya. Paling-paling hanya jargon, penyakit sosial banyak tinggal tetap dan selalu bertambah jenis dan intensitasnya. Aborsi dan narkoba masih menghancurkan kehidupan jutaan anak-anak tidak berdosa setiap tahun, dan tatanan moral Amerika tampaknya mengungkapkan keburukan pada tingkat yang mengkhawatirkan. Korupsi dan berbagai penyimpangan dilakukan oleh para pelaku politik di Indonesia bahkan di seluruh dunia.

Apakah ini berarti kita ditakdirkan mengalaminya? Itu jika kita percaya pemerintah dapat melakukan apa saja yang menjadi tugas gereja yang telah dipanggil untuk melakukannya. Bentuk pemerintahan kita tidak pernah dimaksudkan untuk mengubah masyarakat, melainkan hanya sekedar mampu menghasilkan moralitas melalui perundang-undangan dan penegakan hukum. Pemerintah hanya efektif dan dapat membantu menahan amoralitas, tetapi hanya jika gereja telah membentuk landasan moral dalam hati para pria dan wanita yang memerintah.

Sebagaimana telah kita lihat melalui aktivisme yudisial, hakim dengan kekuatan hukum yang besar dan tidak ada karakter moral sering membuat penilaian bertentangan dengan penafsiran yang wajar dari hukum. Mereka menyebut kejahatan itu baik dan yang jahat baik (Yesaya 5:20), sering membuat korban merasa bersalah sekaligus menciptakan simpati terhadap pelaku. Bahasa awamnya hukuman yang dijatuhkan oleh pengadilan tidak pernah menciptakan efek jera. Tidak pernah mampu mengubah masyarakat menjadi lebih baik secara moral.

John Adams, presiden kedua Amerika Serikat, menulis pada tahun 1789, "Konstitusi kita dirancang hanya untuk orang moral dan agama. Hal ini sepenuhnya tidak memadai untuk pemerintah yang lain ... pemerintah bebas yang terletak pada moralitas publik dan swasta". Itu bukan pemerintah kita yang telah gagal. Itu adalah gereja yang telah gagal menjadi garam dunia (Matius 5:13) .

Dr Jedediah Morse mengatakan pada tahun 1799: "Dalam proporsi efek asli Kristen berkurang di negara mana pun, baik melalui ketidakpercayaan, atau korupsi doktrin, atau mengabaikan institusi, dalam proporsi yang sama akan terjadi rakyat bangsa akan mundur dari berkat-berkat kebebasan sejati ... Setiap kali pilar agama Kristen harus digulingkan, menjadi bentuk kita sekarang pemerintahan republik, dan berkat-berkat yang mengalir dari mereka, harus menghilang bersama mereka". Dia berkata bahwa Kekristenan, bukan pemerintah, adalah menjadi kekuatan pendorong di belakang kebebasan sejati. Karena Firman berkata, apabila kamu menggetahui kebenaran maka kamu akan mengalami kebebasan sejati.

Ketika Perang Dunia II membawa Amerika kembali ke lututnya, kebangunan rohani terjadi yang disebut sebagai era kehadiran di gereja tertinggi dalam sejarah. Suatu periode waktu pertobatan dan Allah membawa perdamaian dan masa kemakmuran besar. Tetapi, hasil yang diperoleh setelah saat itu mengakibatkan pada periode berikutnya adalah gereja yang terbuai untuk tidur. Dan sementara sedang tidur, generasi baru lahir, "baby boomer," menjadi terobsesi dengan materialisme dan kebebasan dari kendala moral. Mereka menabrak semua rambu-rambu Kitab Suci Kristen.

Bagaimana gereja bereaksi? Dalam berbagai cara, beberapa di antaranya dengan sangat baik. Orang-orang mulai mencari Tuhan, dan Tuhan menjawab melalui apa yang sering disebut "Gerakan Umat Yesus," "Gerakan Karismatik," "Gerakan Firman Iman," "The Renewal Witness Lay," dll kebangunan rohani yang dipelopori oleh setiap individu, namun mereka memiliki dampak di seluruh dunia. Sesungguhnya, ini adalah langkah yang kuat dari gerekan Roh Allah. Allah menggerakkan individu-individu tertentu untuk tujuan KerajaanNya. Dia tidak pernah menggerakkan gereja dalam arti institusi atau kelembagaan, bahkan lembaga kegerejaan sering menjadi penghambat utama gerakan Kerajaan Allah. Apalagi yang mengklaim dan mengaku sebagai arus utama. Utama apanya?

Namun, secara keseluruhan, gereja salah menanggapi dalam mempromosikan keterlibatan politik sebagai jawaban mengatasi kesengsaraan masyarakat. Jangan salah, Kristen yang tinggal di negara yang memberikan mereka kebebasan untuk memerintah melalui voting atau memegang jabatan politik memiliki tanggung jawab untuk berpartisipasi. Namun, bagi banyak orang, politik belum satu-satunya menjadi senjata ampuh menghancurkan kemerosotan moral. Mengapa?

Calvin Coolidge, presiden ketiga puluh dari Amerika Serikat, menyatakan, "Fondasi masyarakat kita dan sisanya pemerintah kita begitu banyak didasarkan pada ajaran Alkitab akan sulit untuk mendukung mereka jika iman [fondasi dari masyarakat] dalam ajaran-ajaran akan berhenti menjadi praktis universal dalam negara kita". Artinya kalau ajaran Kitab Suci tidak dijalankan dengan seutuhnya dan sempurna, maka akan terjadi penyimpangan dalam kehidupan bernegara.

Masyarakat kita tidak sakit karena pemerintah, melainkan sakit karena gereja tidak membuat iman dalam ajaran Alkitab "praktis universal dalam negara kita." Gereja tidak mampu mengimplementasikan ajaran Alkitab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Para pendeta hanya bisa berkhotbah kemudian meminta umat memberikan kontribusi sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pendeta yang bersangkutan. Ini keserakahan dan kesombongan.

Setelah kita berhenti untuk memenangkan hati manusia ke jalan Allah, tidak dapat dihindari bahwa orang-orang fasik akan membuat jalan mereka ke dalam kepemimpinan dan mengambil negara untuk digunakan bagi kepentingan mereka. Inilah misi Iblis merampok dari manusia. Karena dia datang hanya untuk mencuri, membunuh dan membinasakan.

Jika kita mengubah hati rakyat dengan Injil, orang-orang akan mengubah pemerintah dengan suara mereka. Pemerintah hanya mencerminkan apa yang orang percaya di dalam hati mereka. Maka kuncinya adalah membentuk hati rakyat dengan karakter Kristus. William Penn, pendiri Pennsylvania, menulis pada awal 1700, "Pemerintah tampaknya bagi saya menjadi bagian dari agama itu sendiri ... Biarkan orang menjadi baik, dan pemerintah tidak dapat buruk." Karena Yesus datang untuk memberi hidup, hidup yang berkelimpahan.

Ada baiknya untuk mengejar tindakan hukum dan cara-cara politik untuk memperbaiki kesalahan. Namun kuasa Injil memiliki lebih banyak kekuatan untuk mengubah hati manusia daripada semua kekuatan militer dan badan-badan legislatif pemerintahan manapun. Billy Graham memahami hal ini. Ketika diminta untuk mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 1950, ia menjawab dengan mengatakan ia tidak akan menurunkan dirinya untuk posisi itu. Dia tidak berusaha untuk mengurangi gengsi jabatan presiden, tapi dia mengangkat dirinya menjadi seorang menteri dari Injil.

Rasul Paulus tinggal di salah satu masyarakat yang paling tidak bermoral dan politik paling korup yang pernah dikenal dunia. Namun ia menganjurkan ada tindakan politik. Dia mengatakan kepada orang-orang Kristen untuk tunduk kepada pemerintah (Roma 13, Titus 3) dan berdoa untuk para penguasa (1 Tim. 2:1-4). Dia melakukan perubahan dalam masyarakat melalui satu hati pada suatu waktu. Dalam waktu singkat, Kristen menjadi agama resmi kerajaan yang menguasai seluruh dunia, yang pernah melemparkan pengikutnya untuk singa.

Elias Boudinot, presiden Kongres Kontinental pada tahun 1783, dan kemudian seorang anggota Kongres dari New Jersey yang menjabat sebagai presiden dari American Bible Society, mengatakan, "Sekali merosot karakter moral dari orang, karakter politik mereka yang lebih merosot segera pasti mengikuti." Lihatlah contoh nyata di Indonesia, yang disebut negara yang religius dan sopan, tetapi perilakunya lebih jahat dari yang dapat dibayangkan dan sangat bengis sekali. Kemanakah orang Kristen Indonesia? Dimanakah garam dan terang itu?  

Ada perang saudara terjadi di Amerika saat ini, tetapi dalam kancah politis. Ruang sidang dan ruang kongres adalah medan peperangan. Bagi orang Kristen sebenarnya perang itu sendiri adalah antara terang kebenaran dan gelap, antara Injil dan kebohongan iblis. Ini antara umat Allah dan anak-anak Iblis. Perang yang sama terjadi di seluruh dunia, dan tentunya di Indonesia.

Dalam perang ini, musuh mencoba untuk menyembunyikan tujuan sebenarnya di balik topeng hak-hak individu, hak-hak asasi manusia dan kebebasan pribadi. Tapi jangan salah, tujuan sebenarnya adalah penghapusan Allah dan pengaruh-Nya dari masyarakat kita sehingga masyarakat dapat menikmati gaya hidup duniawi mereka tanpa keyakinan atau bersalah. Kebebasan Kristen adalah dalam terang Firman Allah yang dilandasi oleh Kitab Suci Alkitab/Bible dan dihidupkan oleh Roh Kudus. Kebebasan Iblis dan duniawi adalah tanpa moral dan batasan apapun, dan tanpa tanggung jawab.

Cara untuk memenangkan perang ini dan mentransformasi karakter politik bangsa ini adalah dengan menggunakan Injil untuk mengubah karakter moral rakyatnya. Pendiri negara Amerika mengerti melalui kutipan di bawah ini yang menunjukkan bahwa mereka tidak ingin pemerintah untuk mengubah masyarakat mereka, tetapi untuk menjaga nilai-nilai yang sudah ada.

"Tidak mung ada politisi yang bisa benar, yang sudah salah secara moral." Benjamin Rush, 1786

Gereja perlu memfokuskan kembali energinya kembali kepada komisi besar atau Amanat Agung yang Tuhan kita Yesus Kristus telah memberi kita dengan jelas dan tegas:

"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu, baptislah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus: ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu: dan, ingatlah, Aku selalu menyertai engkau, bahkan sampai akhir dunia. Amin "(Matius 28:19-20).

Sekitar 30 persen orang Amerika mengatakan mereka dilahirkan kembali. Sekitar 30 persen orang Indonesia adalah Kristen. Jika masing-masing, dalam empat tahun ke depan, akan menyebabkan hanya satu orang lain mendapatkan iman yang benar, lebih dari 60 persen populasi akan dilahirkan kembali pada saat kita sekali lagi menghadapi pemilihan presiden. Jika itu terjadi, maka benar-benar akan berubah. Negara kita pasti diberkati karena mempunyai landasan moral dan karakter yang benar dan abadi.

Untuk membantu Anda mengubah hati seseorang, mulailah setiap kali memakan Alkitab. Lembaga Budaya Agama Kristen (LEBAK) telah menginisiasi lahirnya Gerakan Olimpiade Alkitab Internasional, The International Bible Olympic. Gerakan OAI diyakini mampu memotivasi setiap orang, tanpa memandang latar belakangnya untuk menikmati isi ajaran yang benar sehingga memberi kebebasan sejati bagi setiap jiwa.

Hal ini akan membuat murid dari seorang teman atau orang yang dicintai lebih mudah. Jika Anda dapat membaca, Anda dapat menggunakan Alkitab atau Bible. Jika Anda mempunyai IPAD, Gadget atau perangkat elektronik yang compatible Anda dapat mengunduhnya secara gratis dengan mengketik Alkitab Audio atau Bible Audio dalam google Anda. Ini bertujuan untuk membantu mengubah kehidupan seseorang. Membaca, merenungkan, melakukan dan membagikan (motto OAI 2013) akan memungkinkan Anda untuk mereproduksi dan mendistribusikan “ilmu” yang sudah Anda dapatkan sendiri dari bahan yang terkandung dalam berbagai publikasi gratis untuk orang-orang yang Anda Cintai dan jadikan murid. Kami melihat ini sangat baik digunakan untuk mengubah kehidupan di seluruh dunia.

Tidak peduli untuk siapa Allah yang siap mencapai jiwa menempati hati Anda, alat ini akan membantu Anda mengubah hidup mereka. Yesus tidak pernah mengatakan kepada kita untuk membuat orang lain bertobat, Dia mengatakan kepada kita untuk membuat murid. Jadikanlah semua bangsa muridKu, itu perintahNya. Mari kita lakukan.